antalya escort afyon escort amasya escort artvin escort artvin escort beylikdüzü escort bolu escort bursa escort çanakkale escort didim escort diyarbakır escort ankara escort escort ankara Beşiktaş Escort Bayan pendik escort kocaeli escort mersin escort ankara escort sex izle kocaeli escort Şirinevler Escort bayan istanbul escort beylikdüzü escort ankara escort istanbul travesti taksim escort etiler escort şişli escort pendik escort ankara escort beylikdüzü escort avcılar escort avcılar escort ataşehir escort mobil sex porno izle maltepe escort Cara Membuat Proyek Penelitian – Indonesian Science Project Olympiad

Tata Cara

Bagaimana seharusnya sebuah Proyek Penelitian dibuat?


Proyek tersebut haruslah sebuah penelitian ilmu pengetahuan. Di setiap tahap penelitian harus terlihat semua ciri khas dari sebuah penelitian ilmu pengetahuan.

Sebuah penelitian harus dimulai dari sebuah pengamatan. Pengamatan dapat dilakukan di habitat atau tempat aslinya, atau untuk mendapatkan pengontrolan yang lebih baik dapat juga dilakukan di laboratorium. Secara umum penelitian lebih banyak dilakukan di laboratorium sehingga perubahan-perubahan yang terjadi dapat diamati dan dikontrol dengan lebih baik daripada di habitat aslinya.

Pengamatan ini dapat diulangi beberapa kali di laboratorium dengan memilih salah satu hasil yang selalu konstan/tetap dari hasil-hasil lain yang berubah-ubah ataupun bisa juga dengan mengubah cara pengontrolan. Pengamatan seperti ini disebut percobaan terkontrol. Semua penelitian ilmu pengetahuan disusun berdasarkan hasil-hasil yang didapat dari percobaan-percobaan. Oleh karena itu, semua langkah-langkah prosedur penelitian yang telah disebutkan sebelumnya di sini adalah sebuah hal yang biasa dilakukan. Dengan memperhatikan perubahan-perubahan bentuk fisik dari hal yang diamati, kita dapat melihat hubungan di antara hal-hal tersebut. Seperti yang telah kita ketahui, sesuatu yang dapat diukur disebut besaran fisik, contohnya panjang, tinggi, waktu, volume, panas, daya listrik, kerja, daya dan lain-lain.

Pengukuran sebuah besaran fisik didefinisikan sebagai perbandingan antara suatu benda fisik dengan sebuah besaran yang disebut satuan ukur. Besaran tersebut akan diketahui kuantitasnya dalam bentuk angka. Angka yang didapatkan ini disebut ukuran besar atau nilai numerik. Besarnya setiap besaran fisik tersebut disimbolkan dengan sebuah atau sekelompok huruf. Di sebelah besaran setiap nilai numerik harus dituliskan sistem satuan yang paling banyak dipakai di dunia hingga saat ini yaitu sistem satuan SI. Sebagai contoh misalnya penulisan volume sebuah benda ditunjukkan dalam bentuk m=2.45 kg.

Selama proses penelitian, semua hasil pengamatan dan hasil-hasil pengukuran yaitu data-data harus disimpan dalam bentuk tertulis. Jika besaran-besaran yang diukur saling berhubungan maka data tersebut harus ditulis dalam bentuk tabel baris/menyamping atau dalam bentuk tabel kolom. Bentuk tabel ini memudahkan untuk melihat hubungan di antara data-data tersebut.

Sebagai contoh berikut ini kami berikan sebuah percobaan yang mengukur besarnya gaya, yang disimbolkan dengan (F), dan perpanjangan pegas, yang disimbolkan dengan (x), yang dilakukan pada sebuah pegas yang terbuat dari baja. Hasil pengukuran dapat dituliskan dalam bentuk;


Jika diperhatikan, satuan untuk F adalah Newton, yang dituliskan dengan (N), dan satuan perpanjangan x adalah millimeter, yang ditulis (mm).

Jika data-data yang didapatkan ini diplot/digambar pada sebuah grafik, maka hubungan antara besaran-besarannya akan dengan mudah dilihat. Sebuah grafik akan membantu kita memahami langsung secara visual data-data percobaan yang disajikan. Persamaan matematika untuk dua buah satuan yang saling berhubungan biasanya akan lebih mudah didapatkan dengan bantuan grafik.

Jika kita ingin menggambar grafik dari data-data yang ada di tabel F-x di atas, maka akan didapatkan grafik seperti yang ada pada gambar-1 berikut. Hubungan antara gaya F dan perpanjangan x akan lebih mudah terlihat melalui sebuah garis perbandingannya.


Jika koefisien perbandingan disimbolkan dengan k dan disebut juga sebagai koefisien kekakuan pegas, persamaan matematika antara F dan x dapat ditulis dalam bentuk F=kx. Jadi dapat terlihat bahwa koefisien kekuatan busur sama dengan kemiringan grafik tersebut.

Peserta lomba juga diharapkan menuliskan hasil penelitiannya dalam bentuk tabel. Gambarlah data-data yang didapatkan dalam bentuk grafik dan cobalah untuk mencari persamaan matematikanya dengan bantuan grafik tersebut. Hindari mempresentasikan data-data tersebut dengan menggunakan tabel dan grafik sekaligus. Pilihlah salah satu yang dapat lebih jelas dipahami untuk dipresentasikan. Jika peserta tidak memiliki ilmu yang cukup untuk mengukur, menyiapkan tabel, menggambar grafik dan melakukan analisa, maka adalah tidak mungkin untuk mengharapkan adanya kesuksesan dalam menyelesaikan penelitian dan mendapatkan hasil yang diinginkan.

elektrik faturasi odeme
Black Market
instagram wordpress download burun estetiği hacklink elektronik sigara hacklink satış evden eve nakliyat